Permintaan Jamur Susu Harimau untuk Ekspor Meningkat

Jamur Kemiri (Agrifood.id)

Jakarta, Kabarpangan.com – Permintaan jamur susu harimau (Lignosus rhinoceros) terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan itu umumnya untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Hongkong, Vietnam, Malaysia, dan China.

Catatan yang diperoleh Agrifood.id menyebutkan ekspor tersebut rutin dilakukan sejak lima tahun terakhir. Adapun jamur yang akan diolah untuk berbagai keperluan itu diperoleh dari beberapa wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, Banten, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada Oktober 2019 lalu, Kantor Karantina Pertanian Soekarno Hatta-Kementerian Pertanian di Tangerang, Banten, melepas ekspor jamur susu harimau asal Banten ke Vietnam. Saat itu tercatat sebanyak 2,375 ton dengan tujuan ekspor Vietnam yang dilepas melalui Bandar Udara Soekarno Hatta.

Jamur kemiri yang dikeringkan (Ist).

Kepala Karantina Pertanian Soekarno Hatta Imam Jayadi mengatakan, selama periode Januari hingga Agustus 2019 tercatat sebanyak 31 kali pengiriman jamur susu harimau dengan volume 34,5 ton ke empat negara. Masing-masing negara itu adalah Hongkong, Vietnam, Malaysia, dan China dengan nilai ekonomi mencapai Rp 2,4 miliar. Pada periode yang sama di tahun 2018, komoditas ini diekspor dengan volume 5,502 ton atau. Jadi sesuai catatan pihak karantina tersebut maka ada peningkat lebih dari 6 kali.

Baca : Permintaan Ekspor Jamur Susu Harimau asal Banten Meningkat
Menurut Reza, eksportir dari PT Bumi Indo Nusantara Abadi di negara tujuan jamur susu harimau itu diolah kembali untuk berbagai keperluan, terutama bahan dasar obat.
“Digunakan sebagai bahan dasar obat seperti obat batuk, asma, keracunan tinggi, tukak lambung hingga kanker hati,” katanya seperti ditulis dalam situs karantina.pertanian.go.id.


Jajaran Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melakukan monitoring layanan saat ekspor jamur oleh PT Bumi Indo Nusantara Abadi di Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Banten, belum lama ini.

Informasi yang diperoleh menyebutkan salah satu sentra dari jamur susu harimau adalah di pedalaman Sengayam Kecamatan Pamuka Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Kepala Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Sampanahan Hulu, Nugraha, kepada koranbanjar.net belum lama ini menyebukan jamur tersebut mempunyai nilai ekonomis yang cukup bagus. Selain untuk konsumsi langsung, juga diolah untuk berbagai keperluan medis lainnya.

Jamur yang bernama latin Lignosus rhinoceros di beberapa daerah lain juga dikenal sebagai jamur kemiri karena sering ditemukan di kebun kemiri. Ada pula yang menyebut sebagai jamur petir atau jamur payung hantu. [KP-04]

kabarpangan.com || kabarpangan.id@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*