Kuliner Online Meningkat, Layanan Antar Frozen Food Makin Menjanjikan

Ilustrasi layanan antar makanan (Agrifood.id).

Jakarta, Kabarpangan.com – Industri rantai pendingin meramalkan bisnis khusus layanan pengiriman makanan beku (frozen food) akan berkembang seiring permintaan yang meningkat selama pandemi Covid-19.
Ketua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) Hasanuddin Yasni mengatakan rantai pasok industri tengah mengalami kendala dalam supply chain. Utamanya karena pemasok frozen food yang selama ini memiliki pangsa pasar restoran dan sejenisnya banyak yang tutup.

Sementara pandemi mengubah kondisi tersebut menjadi penjualan secara eceran kepada masyarakat yang umumnya transaksi melalui pemesanan daring sehingga membutuhkan layanan pengantaran.
“Sekarang yang sering dipakai layanan pengantaran dari ojek online, padahal mereka belum memiliki fasilitas cooler box sehingga kualitas yang diberikan sama dengan pengiriman dry food,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Yasni menyebut sebenarnya industri rantai pendingin sudah ada yang memiliki layanan tersebut berupa kendaraan baik roda dua, tiga, hingga empat berikut fasilitas cooler box. Namun, akibat pandemi mereka ikut terdampak apalagi order menurun dan pembayaran banyak yang tertunda.

Sementara itu, kuliner masih termasuk usaha yang banyak diminati dan bahkan pembelinya melonjak tajam. Selama pandemi, BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat penjualan online tertinggi masih dipegang sektor kuliner (makanan dan minuman) yang melonjak tajam hingga 1070 persen.

Hal ini menjadi alasan kuat penggiat usaha kuliner harus terus beradaptasi dengan teknologi dan melakukan inovasi penjualan. Misalnya dengan menjual produk dalam bentuk frozen food atau makanan beku sebagai solusi bagi masyarakat yang lebih memilih makan di rumah.

“Produk frozen food termasuk yang sangat laris di masa pandemi. Tapi tentunya bukan sekadar membuat frozen food, para penjual juga harus bisa memasarkan produk frozen food secara menarik, penggiat usaha pun harus secara kreatif menampilkan foto produk yang menarik minat pembeli,” terang

Bedi Zubaedi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) dalam sebuah diskusi virtual pada Desember 2020 lalu.
Dia menjelaskan banyak penjual semakin kreatif seperti membuat beragam promo menarik atau membuat menu-menu baru yang sebenarnya merupakan inovasi dari menu-menu lama.

“Hal itu terbukti, dari data Apkulindo, transaksi usaha kuliner via online naik sampai 350 persen sampai April lalu. Selain itu pedagang online di bidang kuliner juga naik sampai 250 persen sampai bulan April kemarin,” terang Bedi.

Menurut Bedi, para pengusaha kuliner memang banyak yang mengubah cara penjualannya selama masa pandemi yaitu lebih fokus pada sistem online. [KP-04]

kabarpangan.com || kabarpangan.id@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*